Of Grammatology dan Matinya Sebuah Narasi

Lalu berkatalah Friedrich Nietzsche “Tuhan telah mati! Tuhan tetap mati. Dan kitalah yang telah membunuhnya”. Lalu bertanyalah manusia – manusia yang merasa memiliki “tuhan”, bagaimana “tuhan” bisa mati dan bagaimana manusia telah membunuh “tuhannya” sendiri? Sebaris kutipan dari karya filsuf nihilis Friedrich Nietzsche, The Gay Science, telah menandakan bahwa bagaimana manusia telah dikuasai oleh “tuhan”, tetapi mereka tidak menyadari bahwa yang mereka “Tuhankan” bukanlah “Tuhan” yang sebenarnya. Lalu, siapakah “tuhan” yang dimaksud oleh Nietzsche? Tak lain tak bukan, “tuhan” yang sudah tidak dibutuhkan oleh manusia lagi. “Tuhan” yang sudah tidak dijadikan sebagai motivasi oleh manusia. “Tuhan” yang tidak lagi menjadi katalis moral oleh manusia. Lalu, siapa atau apakah yang menjadi katalis moral manusia? Siapakah yang menentukan baik dan buruk?

Sebuah fenomena X, diinterpretasikan oleh mereka yang memiliki pengaruh dan relasi kuasa sebagai kejadian A, kemudian dinarasikan kepada seluruh pengikut mereka sebagai kejadian A menurut interpretasi mereka sendiri. Narasi itu bertahan hingga berpuluh – puluh tahun lamanya, hingga suatu saat seseorang menentang narasi itu. Ketika narasi itu telah dinegasikan, maka fenomena X bukanlah lagi kejadian A, namun bisa saja kejadian yang diwakilkan oleh 24 huruf alphabet lainnya. Mulailah terjadi perpecahan diantara mereka yang konservatif melindungi bahwa fenomena X adalah kejadian A dan mereka yang berusaha merubah interpretasi fenomena X adalah kejadian B, C, D, dan seterusnya. Sekarang, manakah interpretasi yang benar? Di manakah kebenaran itu berada? Interpretasi terhadap fenomena X sebagai kejadian A adalah kebenaran menurut para penguasa, sementara interpretasi fenomena X sebagai kejadian A adalah sebuah kemungkaran bagi para penentang dan mengatakan bahwa kejadian B adalah kebenaran. Kebenaran subjektif bisa menjadi objektif secara semu ketika hal itu berulang kali dinarasikan dan diceritakan secara turun temurun. Tetapi pada akhirnya, kejadian A, B, C, dan seterusnya tetaplah kebenaran subjektif dan kebenaran objektif adalah fenomena X.

Sekarang masyarakat sedang didongengkan oleh mereka yang memiliki relasi kuasa untuk mengikuti narasi yang mereka ceritakan. Sebuah narasi yang menjelaskan bahwa fenomena X adalah A dan tidak mungkin yang lainnya. Kemudian interpretasi fenomena X adalah kejadian A tersebut menjadi sebuah kebenaran objektif semu bagi sebagian kelompok masyarakat. Interpretasi fenomena X sebagai kejadian A telah menjadi katalis moral bagi mereka. Apapun dan siapapun yang tidak menganggap fenomena X sebagai kejadian A adalah salah dan harus dilawan. Kelompok ini telah menjadi sebuah kelompok reaksioner terhadap interpretasi – interpretasi lain terhadap fenomena X. Tetapi yang mereka bela bukanlah kebenaran objektif, melainkan kebenaran subjektif yang bersembunyi dibalik kebenaran objektif semu. Lalu kita kembali kepada Nietzsche, bahwa “tuhan” telah mati dan manusia sendirilah yang membunuhnya.

Narasi – narasi itu selalu ada dan selalu berasal dari mereka yang memiliki relasi kuasa. Narasi – narasi itu bersembunyi dibalik kata – kata, simbol – simbol, serta tulisan – tulisan. Kata – kata dan tulisan memiliki fungsi berbeda, yang satu akan menginterpretasikan yang lain untuk dijadikan sebuah narasi. Apakah anda termasuk yang mengikuti narasi para penguasa atau apakah anda akan membantah narasi tersebut untuk menciptakan interpretasi yang baru? Kembalilah pada paragraf pertama, apabila anda mengira buku The Gay Science adalah buku tentang homoseksualitas, maka anda masih berada dibawah narasi para penguasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s